Apa itu Building Automation atau Building Management System?

Sistem manajemen gedung atau dikenal sebagai Building Automation atau BMS adalah sistem kontrol berbasis komputer yang diaplikasikan pada gedung. Fungsinya untuk mengontrol juga memantau peralatan mekanik dan listrik gedung seperti ventilasi, penerangan, sistem tenaga, sistem pengaman kebakaran, dan sistem keamanan lain. PLC dan Scada lain juga dapat dikomunikasikan dengan BMS.

42% energi di dunia digunakan oleh bangunan.

50% energi yang digunakan pada bangunan terbuang percuma karena kurangnya efisiensi BMS.

Dengan pertumbuhan ekonomi, setidaknya 50% gedung berencana mengaplikasikan BMS sampai 2050.

Hanya 25% anggaran pembangunan untuk material (modal) utama, sedangkan 75% digunakan untuk operasional gedung dalam siklusnya.

20% dari facility manager baru menggunakan 80% fitur dan kemampuan BMS.

30% dari energi yang digunakan gedung adalah pemborosan.

Siapa yang memerlukan BMS?

Semua gedung dengan fasilitas elektrikal dan mekanikal memerlukan sistem ini untuk dapat merekam semua data fasilitas. Data ini akan menjadi laporan mingguan maupun bulanan dan akan mempermudah manajemen gedung untuk mengambil keputusan berikutnya. Berbagai perangkat mekanikal seperti pompa, lampu, dan HVAC juga dapat dimonitor bahkan dikendalikan langsung melalui Building Management System.

Anda juga dapat mengintegrasikan PLC dan Scada langsung dengan BMS sehingga monitoring dan kendali dapat dilakukan dalam satu komputer server dengan beberapa client.

Bagaimana topologi BMS?

Berikut adalah topologi dan sistem arsitektur dari Building Automation System.

building automation indonesia bms management system power monitoring smart topologi arsitektur 3
building automation indonesia bms management system power monitoring smart topologi arsitektur
building automation indonesia bms management system power monitoring smart topologi arsitektur 2
building automation indonesia bms management system power monitoring smart 2

Bagaimana Cara Aplikasi BMS?

Pengaplikasian BMS cukup mengacu pada fasilitas apa saja yang akan dimonitor, dikendalikan, dan dianalisa. Berikut beberapa pengelompokannya:

  • Power monitoring
  • Water treatment automation
  • Fire Alarm
  • HVAC automation

Kemudian ditentukan jumlah controller dan devicenya untuk pembuatan dokumen IO list. Dari dokumen tersebut kemudian digunakan untuk membuat dokumen sistem arsitektur.